Awas Kanker Saluran Cerna

Kanker Saluran Cerna Kanker Saluran Cerna Kanker Saluran Cerna

Kabarkan.co.id - Ada bahaya mengintai di balik kebiasaan bersendawa serta makanan dan minuman panas, seperti makan bubur atau sup dan menghirup kopi panas. Sebab dengan bersendawa akan terjadi refluks asam lambung ke esophagus yang merupakan resiko terjadinya Bar-rett's esophagus serta makanan / minuman sangat panas itu bisa menyebabkan terjadinya iritasi menahun di mana kedua hal tersebut merupakan faktor resiko terjadinya kanker esophagus.


Ilustrasi (Foto : Tempo)

Jika anda mengalami pendarahan segar melalui anus yang terjadi saat buang air besar tanpa teraba adanya benjolan ambeien di bagian anus, harap waspada dan jangan dianggap sepele atau berpikir hal tersebut hanya disebabkan ambeien "dalam", apalagi saat kejadian tersebut anda sudah berusia diatas 50 tahun. Anda harus membuktikan bahwa hal itu memang hanya disebabkan oleh ambeien "dalam", bukan akibat kanker colo-rectal. Harap dicatat bahwa penyebab pendarahan segar melalui anus bukan hanya "milik" ambeien saja karena faktanya hal tersebut ternyata banyak penyebab lainnya seperti salah satunya adalah kanker colo-rectal.


Kanker Saluran Cerna

Dokter Hendra Nurjadin SpPD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam serta konsultan penyakit saluran cerna dan hati, menjelaskan pentingnya kita mendeteksi kanker saluran cerna sejak dini, mengingat kanker saluran cerna secara global di dunia pada tahun 2013 merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung/pembuluh darah. 

Menurut survey ditahun 2013 yang dimuat dalam The Global Burden of Cancer 2013, JAMA Oncology pada bulan Juli 2015, dikatakan bahwa secara global insiden kanker lambung menduduki urutan ke lima dan sebagai penyebab kematian ke dua, disusul kemudian oleh kanker colo-rectal yang menempati urutan ke tiga dan sebagai penyebab kematian ke empat, serta kanker esophagus yang menduduki urutan ke sembilan dan penyebab kematian ke enam dari seluruh insiden kanker.


Kanker Saluran Cerna

Sesuai panduan yang direkomendasikan American Society of Gastrown-terology (ASGE) maupun oleh Perhimpunan Endoskopi  Gastrointestinal Indonesia (PEGI) dikatakan perlunya investigasi pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas (gastroskopi) bila seorang mempunyai keluhan sakit "maag" (dyspepsial) dengan adanya tanda-tanda alarm seperti : penurunan berat badan yang tidak diharapkan, sulit menelan yang progresif, muntah yang berulang dan menetap, pendarahan saluran cerna (baik berupa muntah maupun buang air besar berdarah), anemia, teraba benjolan di daerah perut bagian atas, riwayat keluarga dengan kanker lambung, sakit maag dengan awitan baru pada pasien berumur diatas 45 tahun.



Selain itu juga perlunya dilakukan pemeriksaan deteksi kanker saluran cerna bagian bawah (screening colo-rectal cancer) dengan salah satunya melakukan endoskopi saluran cerna bagian bawah bila terjadi hal-hal seperti pendarahan melalui anus, perubahan pola defekasi menahun (seperti diare yang berkepanjangan), riwayat keluarga dengan adanya banyak polyp di usus besar, atau usia diatas 50 tahun walau tanpa adanya keluhan, dan jika mempunyai riwayat keluarga dengan kanker usus besar maka direkomendasikan pemeriksaan dilakukan pada usia 40 tahun atau usia 10 tahun dibawah umur dari keluarga yang menderita kanker harus dilakukan pemeriksaan kolo-noskopi.

Yang menarik di Indonesia, banyak pasien karena merasa tidak mempunyai keluhan berarti, menolak dilakukan screening kanker saluran cerna karena sering mereka menganggap sepele pendarahan melalui anus hanya sebagai ambeien dalam saja. Pada umumnya pasien datang untuk konsultasi dan melakukan pemeriksaan endoskopi bila sudah ada keluhan yang berat dan biasanya sudah merupakan kanker stadium lanjut. Padahal bila mereka mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan maka seharusnya kanker saluran cerna akan dapat terdeteksi lebih dini dan mengobatinya dengan tuntas.

Tindakan mendeteksi kanker saluran cerna salah satunya dilakukan dengan endoskopi, baik tindakan gastroskopi untuk pemeriksaan saluran cerna bagian atas meliputi kerongkongan (esophagus) dan lambung maupun saluran cerna bagian bawah (colo-rectal) dengan tindakan kolonoskopi

Tindakan endoskopi adalah suatu tindakan yang aman bila dilakukan dengan cara yang tepat sesuai indikasi, meski kemungkinan komplikasi tetap ada. 

Alat endoskopi saluran cerna itu dilengkapi dengan kamera yang dapat bergerak ke kiri-kanan, atas-bawah untuk melihat seluruh dinding bagian dalam saluran cerna dan dilengkapi juga dengan perlengkapan untuk melakukan tindakan biopsi jaringan untuk mendeteksi kelainan yang dilihat dalam saluran cerna. 

Tindakan endoskopi ini dapat dilakukan dengan ataupun tanpa sedasi, tindakan ini secara umum dapat ditoleransi oleh semua pasien. Walaupun usus kita panjang, sempit dan berkelok-kelok, namun keadaan tersebut tetap dapat dilakukan tindakan pemeriksaan dengan endoskopi tanpa rasa nyeri yang sangat. Tindakan endoskopi ini dapat dibayangkan seperti kita menyetir di gang sempit, kalau sembarangan akan nyerempet kiri-kanan dan menimbulkan rasa sakit, tapi jika kita berhati-hati, maka rasa sakit dapat diminimalkan dan komplikasi dapat dihindarkan, kira-kira begitulah tindakan endoskopi, tambah dr Hendra.


Baca Juga : Bahaya Tembakau Gorilla


Jadi deteksi awal kanker saluran cerna sangatlah penting sebagaimana rekomendasi yang telah ditetapkan. Banyak ketidakpahaman dimasyarakat yang menganggap bahwa dengan memeriksa tumor marker di laboratorium sudah cukup mendeteksi kanker tanpa harus melakukan screening endoskopi


Kanker Saluran Cerna

Perlu dipahami bahwa pemeriksaan tumor maker memiliki keterbatasan tertentu sehingga tidak bisa digunakan sebagai pendeteksi kanker. Pemeriksaan tumor maker harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter dan hasilnya dianalisa bersama dengan riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium ataupun tindakan endoskopi yang telah dilakukan sebelumnya serta tumor maker tersebut biasanya akan digunakan sebagai follow up pengobatan.

Di Mayapada Hospital baik yang berada di Tangerang maupun yang terdapat di Jakarta sudah memiliki alat endoskopi yang lengkap untuk melakukan tindakan endoskopi basic untuk diagnosis maupun advance untuk mengobati kelainan atau penyakit di saluran cerna termasuk saluran empedu. 

Untuk itu kepada anda memiliki riwayat kesehatan diatas, lakukanlah pemeriksaan tersebut dengan segera untuk meminalisir dampak buruk yang ditimbulkan kemudian.


Sumber : Dr. Hendra Nurdjadin, SpPD


Kanker Saluran Cerna Kanker Saluran Cerna Kanker Saluran Cerna

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Awas Kanker Saluran Cerna"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel