Kini Uji Praktik SIM Di Polres Tanah Bumbu Menggunakan Sipraktis


Kabarkan.co.id, Batulicin - Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan membuat terobosan baru dalam pengujian praktik SIM A dan C yang berbasis IT. Dimana uji praktik SIM yang awalnya dilakukan secara manual, kini sudah dilengkapi peralatan yang lebih maju dan berbasis IT.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Kusbiantoro mengatakan, model pengujian SIM yang diberi nama Sipraktis (Sistem Uji Praktik SIM Otomatis) ini merupakan salah satu terobosan untuk mengurangi kecurangan dan pungli (pungutan liar) dalam praktek uji SIM.

Lapangan Uji Praktik SIM di Polres Tanah Bumbu (Foto : Radioswarabersujud)

"Dengan Sipraktis ini dapat memberikan hasil ujian secara akurat, transparan dan lebih memberikan kepastian hukum," ujar Kusbiantoro kepada detikcom, Minggu (8/1/2017).
Berbeda dengan pengujian praktik SIM yang dilakukan secara manual, dengan Sipraktis ini, petugas tidak perlu lagi memperhatikan ujian praktik pemohon secara langsung di lapangan. Namun petugas dapat memantau dan memberikan aba-aba serta perintah kepada peserta uji SIM melalui ruang monitoring.

"Perbedaan uji praktik manual dengan Sipraktis ini terletak pada penggunaan IT yang menggantikan cara manual dengan sistem IT. Secara manual, pemohon diawasi langsung oleh penguji di lapangan dan sistem penilaiannya pun dilakukan secara manual," jelasnya.

Di sisi lain, uji praktik SIM secar manual dengan cara manual rentan terjadi kecurangan dalam proses uji praktik. "Berbeda dengan sistem Sipraktis ini, pemantauan penilaian dilakukan secara terkomputerisasi, sehingga tidak ada kecurangan," imbuhnya.



Pengujianya sama dengan pengujian manual, seperti uji praktik SIM C itu meliputi uji pengereman atau keseimbangan, uji zigzag atau slalom, uji angka 8, uji reaksi rem penghindar, uji berbalik arah membentuk huruf U atau U turn.

Dan untuk uji praktik SIM A meliputi uji maju dan mundur pada jalur sempit, zig-zag maju mundur, parkir seri dan parkir paralel, serta berhenti di tanjakan dan turunan.

"Tidak ada perbedaan materi ujian para praktik manual dengan Sipraktis ini. Hanya saja, dengan Sipraktis ini, dilengkapi perangkat elektronik yang terkomputerisasi," tambahnya
Sipraktis dilengkapi dengan sejumlah perangkat teknologi, seperti di antaranya:

1. RFID (Radio Frequency Identification). 

RFID adalah identifikasi nirkabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan. Dalam praktiknya, kendaraan roda dua maupun roda empat dipasangi kartu RFID. Ketika peserta melewati garis start dan finish pengujian, kendaraan akan terbaca oleh RFID reader yang dipasang di garis tersebut.

"Ketika peserta melewati RFID reader, maka secara otomatis data akan tampil pada aplikasi ujian praktik SIM yang dapat langsung dilihat oleh penguji di ruang monitoring," ungkapnya.

2. Pasive Infrared 

Gelombang elektro magnet yang memancarkan infra merah diletakkan di garis awal atau start dan di garis akhir. Gunanya untuk mengetahui saat peserta memulai dan mengakhiri uji praktik.

3. Vibration Sensor

Merupakan sebuah sensor yang dapat mengetahui getaran suatu benda. Sensor diletakkan dalam patok yang terpasang di samping lintasan uji praktik SIM. 

Sensor akan mengirimkan sinyal ke data controller aquicision yang kemudian diteruskan ke ruang server monitoring. Dengan adanya sensor tersebut, petugas bisa mengetahui berapa kali peserta menyenggol garia patok.

4. Ultrasonic

Adalah gelombang suara dengan pancaran frequensi tinggi pada 20 KHz, yang diletakan pada tahapan uji praktik turunan dan tanjakan satu SIM A. Ketika mobil berhenti di tanjakan, sensor akan mengetahui posisi terakhir mobil saat berhenti di tanjakan.

"Jika terjadi reaksi mundur sebelum melanjutkan tanjakan maka sensor ulrasonik akan kirim sinyal ke controller data aquisicion unit yang diteruskan melalui komputer server di ruang monitoring. Begitu juga saat penurunan, reaksi pengereman terdeteksi sinyal ultrasonik. Apabila tidak mengerem akan terkirim ke ruang monitoring," paparnya.

Lapangan tempat praktik uji SIM otomatis ini juga dilengkapi dengan CCTV dan pengeras suara. Dengan adanya CCTV, penguji bisa memonitoring serta memberikan petunjuk kepada peserta tanpa harus bersentuhan langsung dengan peserta uji SIM.

"Lewat pengeras suara, penguji juga dapat memberikan peringatan, aba-aba dan petunjuk," tuturnya.

Dengan adanya sistem tersebut, tidak ada kecurangan dalam hasil ujian karena semua tercatat di komputer. Sistem tersebut juga yang menentukan peserta uji lolos atau tidak dalam uji praktik SIM tersebut.


Sumber : Detikcom

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kini Uji Praktik SIM Di Polres Tanah Bumbu Menggunakan Sipraktis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel