Bandara Bersujud Batulicin Dulu dan Kini

Kabarkan.co.id, Batulicin - Bandara Bersujud Batulicin adalah sebuah bandar udara yang terletak di pusat kota Batulicin ibukota Kabupaten Tanah Bumbu. 

Bandara Bersujud Batulicin merupakan salah satu dari tiga bandara perintis yang ada di provinsi Kalimantan Selatan selain bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin sebagai bandara utama, bandara Warukin di Tanjung, dan bandara Gusti Syamsir Alam atau lebih di kenal dengan sebutan bandara Stagen di Kotabaru.

Kalstar Rencana Terbang Dari Banjarmasin ke Warukin Tanjung

Dahulunya bandara Bersujud Batulicin ini bernama Bandara Batulicin sewaktu Batulicin masih merupakan kecamatan yang berada di bawah pemerintahan Kabupaten Kotabaru. 

Setelah Kabupaten Tanah Bumbu terbentuk dan terlepas dari kabupaten induknya yaitu Kabupaten Kotabaru, bandara Batulicin pun berubah nama menjadi bandara Bersujud namun walaupun begitu penyebutan bandara Batulicin masih sering terdengar hingga saat ini.


Terminal Penumpang Bandara Bersujud Pertama

Dari catatan wikipedia bandara Bersujud atau bandara Batulicin ini memiliki panjang landasan pacu mencapai 1.850 meter dengan lebar sejauh 30 meter. Bandara Bersujud berada di ketinggian 7 meter di atas permukaan laut. 


Menurut sejarahnya bandara Bersujud atau biasa di sebut bandara Batulicin di bangun oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Transmigrasi Republik Indonesia pada dekade 1980-1983. 

Adapun tujuan awal dari pembangunan bandara Batulicin saat itu untuk mempermudah akses mobilisasi penduduk transmigran dari pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat ke lokasi-lokasi transmigrasi yang sudah disiapkan di sekitar kecamatan Batulicin secara khusus dan Kabupaten Kotabaru secara umum dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI / Polri. Namun sejak bandara tersebut selesai di bangun pemanfaatan untuk mobilisasi transmigran sebagaimana rencana awal justru tidak pernah dipergunakan. 

Kemudian pada tahun 1990 hingga tahun 2000 an, Bandara Batulicin lebih sering digunakan oleh perusahaan asing milik Korea Selatan yang bergerak di bidang perkayuan yaitu PT. Kodeco Group untuk memperlancar arus transportasi mereka dari pusat kota ke Batulicin mengingat jalan darat dari dan ke Batulicin saat itu rusak parah dan membutuhkan waktu perjalanan cukup lama.

Bandara Batulicin pun sempat tidak lagi digunakan oleh Kodeco Group untuk aktivitas penerbangan selama beberapa tahun seiring pailitnya perusahaan Kodeco Group tersebut pada awal tahun 2000 an. 

Tahun 2003 pengelolaan bandara Batulicin di ambil alih Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu seiring terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu dan bandara Batulicin pun berubah menjadi Bandara Bersujud Batulicin dimana nama tersebut diambil berdasarkan slogan Kabupaten Tanah Bumbu yaitu BERSUJUD yang merupakan singkatan dari Bersih, Syukur, Jujur dan Damai.

Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Alternatif Penerbangan Warga Kotabaru dan Batulicin

Setelah diambil alih pelayanannya oleh pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu, operasional bandara Bersujud saat itu hanya melayani penerbangan carteran dan belum melayani penerbangan umum (reguler).

Kemudian tahun 2004 pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan up-grading Bandara Bersujud Batulicin berupa perluasan sisi kanan dan kiri landasan dimana perluasan bandara tersebut harus membebaskan lahan warga sejauh 10 meter. 

Selain itu dilakukan pula pengaspalan overlay landasan dengan ukuran 30 x 100 meter, pembangunan terminal penumpang dengan ukuran 10 x 12 meter, pembuatan area parkir kendaraan, pembuatan apron bandara dengan dimensi 43 x 46 meter, pembangunan tower / menara kontrol take off dan landing pesawat dengan dimensi 3 x 3 meter setinggi 10 meter, dan pembangunan wind sock dan taxy way dengan dimensi 12 x 25 meter. 

Up-grading bandara Bersujud Batulicin tersebut dalam rangka persiapan bandara untuk melayani penerbangan reguler.


Apron Bandara Bersujud Yang Lama

Pada tahun 2006 pemerintah daerah kabupaten Tanah Bumbu kembali melakukan beberapa pembenahan di area bandara Bersujud Batulicin diantaranya pengaspalan kembali landasan bandara sepanjang 400 meter dan lebar 20 meter, pengecatan marka bandara serta pembersihan area sisi kanan dan kiri bandara. 
Kali ini pembenahan bandara Bersujud Batulicin saat itu dilakukan untuk mempersiapkan kedatangan wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Pengembangan area bandara Bersujud Batulicin kembali dilakukan pada akhir tahun 2007 s.d awal 2008. Kali ini pengembangan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada April 2008 dalam rangka HUT Otonomi Daerah dimana Kabupaten Tanah Bumbu dalam hal ini kota Batulicin saat itu ditetapkan sebagai Tuan Rumah.

Awalnya bandara Bersujud Batulicin termasuk bandara yang berbahaya dari sisi keselamatan penerbangan karena tidak adanya pagar pengaman di sepanjang sisi kiri dan kanan bandara sehingga siapapun bisa bebas keluar masuk landasan. 

Penjagaan bandara yang dilakukan saat itu hanya dilakukan secara manual yaitu patroli di sepanjang sisi bandara menjelang pesawat take off maupun landing dengan jumlah personil yang sangat terbatas. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika pesawat take off maupun landing tiba-tiba di ujung landasan ada hewan liar maupun orang yang masuk ke landasan pacu. 


Selain itu tidak ada alat penerangan di sepanjang sisi bandara sehingga penerbangan di bandara Bersujud Batulicin saat itu hanya dilakukan siang hari.

Memasuki tahun 2015 fisik bandara Bersujud kembali mengalami perubahan total setelah bandara tersebut pengelolaan dan pengembangannya dilakukan salah satu perusahaan tambang lokal yang ada di Batulicin seiring pengembangan bisnis penerbangan Jhonlin Air Transport saat itu. 

Pengembangan fisik bandara Bersujud Batulicin tersebut meliputi penambahan panjang dan lebar landasan, penebalan landasan pacu, pemasangan pagar di sekeliling bandara, pemindahan pintu masuk bandara sekaligus pemindahan terminal penumpang dari sebelumnya pintu masuk bandara harus melalui jalan Transmigrasi sekarang pintu masuk bandara tersebut melalui jalan Kodeco. 

Kemudian penambahan beberapa fasilitas keamanan di gedung terminal penumpang yang baru, pembuatan area parkir baru dan taman bandara, membangun ulang tower control pesawat untuk take off dan landing, pembangunan apron pesawat yang lebih luas, pembangunan hanggar pesawat, pemasangan lampu pemandu di sisi landasan pacu dan lain sebagainya. 

Dengan adanya perubahan fisik tersebut saat ini bandara Bersujud Batulicin jauh lebih cantik, nyaman, dan aman untuk aktivitas penerbangan. Bahkan bandara Bersujud Batulicin kini telah mampu didarati pesawat berbadan besar jenis boeing seri 737-300.

Karena bandara Bersujud Batulicin ini berada di persis di tengah kota Batulicin, pengembangan bandara Bersujud Batulicin di rasa cukup sulit untuk dilakukan dan membutuhkan biaya yang besar untuk pengembangan kedepannya. (Rey)
Maskapai Dirgantara Air Service Sumber Foto

Penerbangan Reguler Bandara Bersujud Batulicin

Penerbangan umum atau penerbangan reguler di Bandara Bersujud Batulicin di mulai sejak tahun 2005. Maskapai penerbangan PT. Dirgantara Air Service (DAS) merupakan maskapai nasional pertama yang melayani penerbangan reguler tujuan Banjarmasin - Batulicin maupun Batulicin - Banjarmasin, maskapai tersebut menggunakan pesawat jenis Cassa berkapasitas 12 seat. Selain itu ada Karindangan Air sebuah maskapai lokal yang bekerjasama dengan Deraya Air membuka rute penerbangan yang sama dimana pesawat yang digunakan saat itu berkapasitas 30 seat.


Maskapai Trigana Air Service Sesaat Landing di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Sumber Foto

Pada tahun 2007 maskapai nasional PT. Trigana Air Service (TAS) juga melayani penerbangan dari dan ke bandara Bersujud Batulicin dengan membuka rute seperti yang dilayani DAS maupun Karindangan Air yaitu Banjarmasin - Batulicin dan sebaliknya Batulicin - Banjarmasin

Adapun pesawat yang digunakan TAS untuk melayani penerbangan dari dan ke Batulicin menggunakan pesawat jenis ATR 42 kapasitas 40 seat. Bahkan maskapai Trigana Air saat itu sempat membuka rute penerbangan Batulicin - Surabaya dan sebaliknya Surabaya - Batulicin yang juga menggunakan pesawat ATR 42. 

Rute penerbangan Batulicin - Surabaya dan Surabaya - Batulicin oleh Trigana Air ini sempat berjalan selama beberapa bulan sebelum akhirnya rute tersebut terhenti karena alasan komersil.

Tahun 2008, seluruh maskapai penerbangan sebagaimana disebutkan di atas akhirnya menghentikan penerbangan regulernya melalui maupun tujuan Batulicin karena berbagai alasan baik itu alasan teknis maupun alasan komersil. Praktis Bandara Bersujud Bersujud pada tahun tersebut hanya melayani penerbangan charter (VVIP) saja.


Maskapai Jhonlin Air Transport (JAT) di Bandara Bersujud Batulicin

Pada tanggal 1 Agustus 2009 penerbangan reguler di Bandara Bersujud Batulicin kembali aktif setelah maskapai penerbangan lokal PT. Jholin Air Transport (JAT) melakukan penerbangan perdana sekaligus meresmikan penerbangan reguler dari Banjarmasin - Batulicin dan Batulicin - Banjarmasin

Adapun pesawat yang digunakan oleh Jhonlin Air Transport berjenis Cesna-208 dan King Air-350 berkapasitas 8 seat. Penerbangan reguler Jhonlin Air Transport di Bandara Bersujud Batulicin saat itu dilayani 2 kali penerbangan setiap harinya. 


Pesawat Cesna 208 Milik Jhonlin Air Saat Mendarat di Bandara Bersujud 

Pada awal tahun 2013 Jhonlin Air Transport (JAT) mendatangkan pesawat baru yaitu ATR 45-600 berkapasitas 45 seat sekaligus mengganti penggunaan Cesna 208 dan King Air 350. Pesawat ATR tersebut digunakan JAT untuk melayani angkutan reguler dari dan ke bandara Bersujud Batulicin. Dengan demikian pada tahun 2009 - 2016 Jhonlin Air Transport merupakan satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan reguler di Bandara Bersujud Batulicin dengan rute Banjarmasin - Batulicin dan Batulicin - Banjarmasin.


Memasuki awal tahun 2016 penerbangan reguler di bandara Bersujud Batulicin yang dilayani Jhonlin Air Transport ini harus terhenti. Tidak diketahui secara pasti alasan Jhonlin Air menghentikan penerbangan regulernya di Bandara Bersujud Batulicin.  

Penerbangan Umum di Bandara Bersujud Batulicin Berhenti Sementara

Dengan terhentinya layanan penerbangan reguler oleh maskapai Jhonlin Air Transport (JAT) pada tahun awal 2016 maka terhenti pula seluruh penerbangan reguler di bandara Bersujud Batulicin hingga akhir tahun 2016 dan hanya menyisakan penerbangan khusus (charter).

Penerbangan reguler di bandara Bersujud Batulicin aktif kembali setelah pada tanggal 16 November 2016 salah satu maskapai nasional milik Lion Air melalui anak perusahaannya Wings Air melakukan penerbangan perdana ke bandara Bersujud Batulicin sekaligus meresmikan penerbangan reguler untuk tujuan Banjarmasin - Batulicin, Batulicin - Makassar dan sebaliknya Makassar - Batulicin, Batulicin - Banjarmasin yang terbang setiap hari menggunakan pesawat jenis ATR 72-500/600 berkapasitas 60 seat

Bandara Bersujud Siap Beroperasi Kembali, Wings Air Buka Rute Ke Batulicin

Bahkan maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air Group melalui anak perusahaannya Nam Air juga melayani penerbangan reguler di Bandara Bersujud Batulicin sejak 6 April 2018 dengan rute Banjarmasin - Batulicin, Batulicin - Surabaya dan Surabaya - Batulicin, Batulicin - Banjarmasin yang dilayani 4 kali seminggu pada hari-hari tertentu yaitu Senin, Rabu, Jumat dan Minggu, menggunakan pesawat ATR berkapasitas 72 seat.


Apron Bandara Bersujud Yang Baru Dengan Latar Belakang Pesawat JAT ATR 45-600 (Foto : Gloopic.net)

Nam Air Terbang Perdana ke Batulicin 6 April 2018

Bandara Bersujud Batulicin


Gedung Terminal Penumpang dan Areal Parkir Bandara Bersujud Yang Baru (Foto : Gloopic.net)

Bandara Bersujud Terletak di Tengah Kota Batulicin (Foto : Gloopic.net)
Bandara Bersujud Batulicin

Baca juga :
Apa Kabar Kota Batulicin
Kota Batulicin Saat Ini Terlihat Sepi
Kota Batulicin Dalam Sudut Kamera

Search :
Bandara Bersujud Batulicin, Bandara Batulicin, Bandar Udara Batulicin, Bandar Udara Bersujud, Lapangan Terbang Batulicin, Bersujud Airport, Batulicin Airport

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bandara Bersujud Batulicin Dulu dan Kini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel