Kota Batulicin Saat Ini Terlihat Sepi dan Lesu

Kabarkan, Batulicin - Batulicin yang merupakan kota terbesar di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sekaligus sebagai ibukota dari Kabupaten Tanah Bumbu. Pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu khususnya di kota Batulicin terus menggeliat dalam 5 tahun belakangan ini. 

Hal tersebut terbukti dimana pembangunan infrastuktur Kota Batulicin mulai nyata dan Batulicin kini terlihat lebih bersih jika di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Bahkan beberapa ruas jalan yang ada di setiap sudut kota Batulicin kini telah mulus dan terlihat lebih nyaman untuk dilalui.


Kota Batulicin
Jl. Raya Batulicin - Kota Batulicin
Sayangnya peningkatan infrastruktur yang ada di kota Batulicin tersebut sepertinya tidak diikuti dengan meningkatnya geliat perekonomian masyarakat yang ada di Batulicin maupun disekitarnya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini lebih tepatnya sejak tahun awal 2014 hingga sekarang Rabu (07/09/2016), suasana kota Batulicin terlihat sepi dan lebih lengang. 

Biasanya dulu jika siang hari suasana Kota Batulicin terlihat ramai oleh aktivitas masyarakat maupun hilir mudik kendaraan. Namun kini suasana siang hari di Kota Batulicin begitu lengang. Bahkan roda perekonomian yang ada di Kota Batulicin cenderung menurun bahkan bisa dikatakan sedang lesu. 

Daya beli masyarakat di Kota Batulicin saat ini merosot begitu rendah. Persaingan harga begitu ketat namun pembeli minim, sehingga tidak sedikit dari para pelaku usaha tersebut harus gulung tikar.


Kota Batulicin
Jalan Transmigrasi - Kota Batulicin

Hal yang sama juga ditemui di wilayah lain yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, misalnya saja di kota Sungai Danau Kecamatan Satui. Suasana di kota Sungai Danau  saat ini juga terlihat lebih sepi. Perekonomian di wilayah tersebut saat ini juga sedang lesu.


Kondisi ini tentunya sangat jauh berbeda jika melihat situasi pada saat tahun 2005 hingga akhir 2013 silam di mana saat itu geliat perekonomian di kota Batulicin begitu ramai dan penuh gegap gempita, bahkan perputaran uang yang ada di kota Batulicin begitu cepat sehingga sejumlah bank-bank nasional berlomba-lomba membuka kantor cabangnya di Batulicin.

Baca Juga : Apa Kabar Kota Batulicin

Semua sektor usaha masyarakat di kota Batulicin saat itu lebih hidup, dan roda perekonomiannya juga sangat "menyilaukan mata" dan penuh "gairah" jika di banding dengan kondisi saat ini. Bahkan semua sektor usaha yang dijalankan saat itu bisa menghasilkan uang. 

Sebagian besar masyarakatnya bekerja, itu sebabnya pada masa itu tingkat kriminalitas seperti pencurian dan perampokan di Batulicin dan wilayah disekitarnya begitu rendah.

Selain itu banyak orang-orang dari luar daerah khususnya dari pulau Jawa dan Sumatera berduyun-duyun datang ke kota Batulicin untuk mencoba mengadu nasib, baik itu menjadi karyawan ataupun sekedar pekerja buruh di beberapa perusahaan, ataupun datang ke Batulicin ini hanya untuk sekedar berdagang. 

Dapat di bayangkan jantung kota Batulicin pada tahun tersebut begitu ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat di dalamnya padahal infrastruktur yang ada saat itu belum sebaik sekarang.

Baca Juga : Penerbangan Umum di Bandara Bersujud Batulicin Berhenti Sementara

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya perusahaan yang melakukan kegiatan operasional di wilayah kabupaten Tanah Bumbu maupun kabupaten Kotabaru. 

Sebagian besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang baik itu batubara, bijih besi, dan perusahaan pendukung lainnya. 

Keberadaan perusahaan tersebutlah yang membuat roda perekonomian di kota Batulicin menjadi hidup, karena sebagian besar karyawan yang ada di perusahaan tersebut melakukan berbagai aktivitasnya di kota Batulicin hampir setiap hari dan sepanjang waktu. Itulah mengapa saat itu perekonomian di Batulicin begitu hidup.

Namun kini, seiring melemahnya daya beli dan turunnya harga jual batubara maupun bijih besi secara global sejak akhir tahun 2013, ikut berdampak pula pada melemahnya bisnis batubara maupun bijih besi yang ada di Batulicin maupun wilayah disekitarnya. 

Sudah tak terhitung berapa banyak jumlahnya perusahaan tambang maupun perusahaan pendukung lainnya yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu maupun di Kabupaten Kotabaru yang harus tutup karena terus merugi dan tidak mampu menanggung biaya operasional yang begitu besar sementara pemasukan perusahaan terus turun bahkan melambat dari waktu ke waktu. 

Dan puncaknya terjadi pada tahun 2014 dan tahun 2015, saat itu beberapa perusahaan tambang raksasa seperti PT. Thiess Contractor Indonesia, PT. Cipta Kridatama, PT. Lieghton Contractor Indonesia terpaksa menghentikan operasionalnya sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Penutupan perusahaan-perusahaan raksasa tersebut ikut berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kabupaten Kotabaru. 

Dimana karyawan yang ada di perusahaan tersebut tidak saja berasal dari kedua Kabupaten yaitu Tanah Bumbu dan Kotabaru namun banyak juga yang berasal dari luar daerah khususnya dari pulau Jawa dan Sumatera. 

Karena tidak adanya jaminan kapan perusahaan-perusahaan tersebut akan beroperasi kembali, sejumlah karyawan yang terkena PHK tersebut akhirnya banyak yang memutuskan kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Kalaupun ada para Karyawan korban PHK yang masih bertahan di Batulicin ataupun disekitarnya, mereka bertahan dengan berbagai alasan, seperti alasan keluarga ataupun alasan karena usaha yang sudah digeluti sebelumnya.

Dengan berkurangnya jumlah pendatang secara drastis (didominasi para karyawan) tersebut menyebabkan suasana di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru menjadi sepi khususnya wilayah yang ada di perkotaan seperti Batulicin, Sungai Danau, dan beberapa wilayah Kabupaten Kotabaru yang ada di daratan pulau Kalimantan seperti Serongga dan Geronggang. 

Itu sebabnya mengapa kondisi kota Batulicin maupun wilayah disekitarnya saat ini terlihat lebih sepi dan tentu hal tersebut berdampak pada melemahnya sektor perekonomian yang ada di kota Batulicin

Hampir seluruh sektor usaha yang ada di Batulicin saat ini sedang lesu dan bahkan menurun drastis. Tidak sedikit dari mereka yang harus mengalami kerugian yang cukup besar karena sejumlah barang yang tidak laku terjual akibat sepinya pembeli. 

Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya para pelaku usaha bermodal besar dari luar Batulicin yang membuka usahanya di kota Batulicin

Munculnya para pemain dengan modal besar tersebut ikut menghantam para pelaku usaha lainnya khususnya mereka hanya bermodal kecil yang sudah lebih dulu menjalankan usahanya di Batulicin karena para pemodal besar tersebut dapat menekan harga dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. 

Akibatnya tidak sedikit dari para pelaku usaha yang ada di Batulicin tersebut akhirnya menutup usahanya karena kalah bersaing, diibaratkan dengan peribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga pula."

Baca Juga : Tempat Kuliner Yang Ada di Batulicin

Menurut analisis dari sejumlah kalangan, gairah perekonomian di kota Batulicin dan sekitarnya untuk bangkit kembali seperti kejayaan masa lalu agaknya sulit terwujud jika pemerintah daerah masih terus mengandalkan dari sektor pertambangan seperti ini, hal ini mengingat harga batubara dan bijih besi secara global terus turun dan masih melambat sampai beberapa tahun yang akan datang. 


Kota Batulicin
Jalan Kodeco - Batulicin (Depan PT. Meratus Jaya Iron & Steel -MJIS)
Kini sudah saatnya pemerintah daerah Kabupaten dan Provinsi untuk tidak mengandalkan sektor pertambangan lagi, lupakan kejayaan tambang di masa lampau. 

Perlu ada pembaharuan dari sektor lainnya yang bisa digali lebih dalam lagi oleh pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi untuk membangkitkan kembali daya beli masyarakat. 

Masih banyak potensi dari sektor lain yang bisa membuat investor berduyun-duyun datang kembali ke Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kab. Kotabatu. 

Hal ini perlu agar perekonomian di Kab. Tanah Bumbu secara umum dan khususnya di kota Batulicin dapat pulih dengan segera.  

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kota Batulicin Saat Ini Terlihat Sepi dan Lesu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel