Impian Membentuk Kawasan Industri Batulicin, Sekedar Wacana atau ...?

Kabarkan.co.id, Batulicin - Mungkin masih sedikit masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu yang tahu bahwa Batulicin telah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perindustrian sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) sejak September 2015 lalu. KSN Batulicin tersebut lebih akrab dengan sebutan sebagai Kawasan Industri Batulicin yang meliputi Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Karang Bintang.
 
Ilustrasi Kawasan Industri (Foto : Indonesiaindustry.com)

Adapun landasan hukum pembentukan Kawasan Industri Batulicin yaitu berdasarkan Perubahan PP Nomor 24 tahun 2009 tentang Kawasan Industri, dan di pertegas kembali melalui Perpres No.3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional nomor T - no.urut 199 tentang Kawasan Industri Batulicin.

Dengan penunjukan Batulicin sebagai salah satu Kawasan Industri Nasional tentu membawa angin segar bagi Pemerintah Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini dan secara khusus bagi Kabupaten Tanah Bumbu dimana pemerintah daerah nantinya akan lebih mudah dalam membuat rencana pembangunan daerah mulai dari jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Isu stragetis yang ingin digalakkan pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mewujudkan Kawasan Industri Batulicin yakni :


  1. Rencana Pengembangan Pelabuhan Samudera yang nantinya akan terkoneksi dengan pelabuhan-pelabuhan lain seperti pelabuhan Ferry, pelabuhan penumpang antar Kabupaten, pelabuhan khusus nelayan, dan pelabuhan khusus lainnya.
  2. Rencana Pengembangan Sentra Minapolitan
  3. Rencana Pengembangan Industri Besar
  4. Rencana Pengembangan Industri Berbasis Perkebunan
  5. Rencana Pengembangan Bandara baru
  6. Peningkatan Kunjungan Wisata
  7. Pembangunan bendungan Kusan untuk mendukung sektor pertanian dan lainnya
  8. Pembangunan Kawasan Industri Batulicin
  9. Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan - Pulau Laut

Beberapa infrastruktur yang akan di bangun untuk menunjang Kawasan Industri Batulicin tersebut yaitu :

  1. Peningkatan dan pembangunan beberapa ruas jalan yang ada di Tanah Bumbu dan Kotabaru yang terkoneksi ke Kawasan Industri Batulicin
  2. Pembangunan jalan tol Batulicin - Banjarbaru
  3. Pembangunan rel kereta api
  4. Dan pembangunan pendukung lainnya
Jika itu semua terwujud tentu saja hal ini sangat menguntung dan membawa dampak positif tidak saja bagi Pemerintah Daerah namun juga bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Dengan adanya Kawasan Industri Batulicin tersebut akan menimbulkan efek domino ke berbagai sektor salah satunya roda perekonomian di Batulicin bisa berdenyut kencang tidak saja di skala Kabupaten dan Provinsi namun juga di tingkat nasional.


Tantangan Pengelolaan Kawasan Industri Batulicin


Menurut penulis ada 4 (tiga) aspek utama yang menjadi tantangan dan saling berkaitan dalam pengelolaan Kawasan Industri Batulicin kedepannya antara lain :
  1. Energi
  2. Jalan
  3. Pelabuhan
  4. Sumber Daya Manusia


Energi

Ilustrasi Listrik (Foto : Newsth)
Membangun sebuah industri baik itu skala besar maupun skala kecil yang pertama kali dibutuhkan adalah jaminan energi listrik. Pemasok utama kebutuhan listrik untuk Kabupaten Tanah Bumbu saat ini berasal dari PT. PLN melalui PLTU Asam-asam dan PLTD Pagatan.

Memang saat ini sudah ada sejumlah perusahaan swasta yang sudah mensuplay listrik ke PT. PLN melalui Gardu Induk yang ada di Batulicin. Tercatat sampai saat ini baru PT. Meratus Jaya Iron & Steel, PT. Dua Samudera Perkasa (Jhonlin Group) dan PT. Indocement Tunggal Perkasa yang sudah menyuplay listrik tersebut namun daya yang di suplay tersebut masih kecil.

Apakah itu cukup? tentu saja TIDAK.

Sebagai informasi, kota Cilegon salah satu wilayah yang ada di Provinsi Banten membutuhkan ribuan daya (MW) untuk membangun sebuah Kawasan Industri. 


Kita tahu bahwa listrik di Kabupaten Tanah Bumbu saat ini kebutuhannya masih defisit. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu saja pada saat beban puncak, listrik kita sudah terseok-terseok, apalagi jika mencukupi kebutuhan industri.

Selama jaminan kebutuhan energi ini masih "gelap" untuk membangun sebuah Kawasan Industri Batulicin sepertinya akan sulit untuk terwujud.


Infrastruktur Jalan

Jalan Lingkar 30 Batulicin
Memang saat ini Kabupaten Tanah Bumbu sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan. Namun untuk mendukung suatu Kawasan Industri di Batulicin perlu di bangun sebuah jalan yang dapat menahan beban yang berat dan mampu bertahan untuk jangka waktu yang lama. 

Sebagai informasi, sebuah kendaraan berat misalnya saja truk jenis tronton jika mengangkut muatan bisa mencapai beban kotor sebesar 30-60 ton sekali angkut. 

Jujur penulis tidak punya data yang pasti berapa kemampuan maksimal beban jalan yang ada di Batulicin saat ini ? Yang jelas sebuah Kawasan Industri setidaknya memiliki jalan yang bisa menahan beban berat tersebut. 


Pelabuhan

Pelabuhan Pelindo Batulicin
Batulicin memang memiliki beberapa pelabuhan baik itu pelabuhan umum maupun pelabuhan khusus seperti Pelabuhan Samudera Pelindo Batulicin, Pelabuhan Ferry ASDP Batulicin, Pelabuhan khusus batubara, dan lain sebagainya.

Saat ini yang menjadi permasalahan berdirinya sebuah industri besar di Batulicin adalah ketersediaan pelabuhan. Pelabuhan ini sangat vital bagi sebuah industri besar karena pelabuhan tersebut merupakan pintu keluar-masuk untuk kebutuhan logistik, bahan baku, bahan penolong dan produk suatu perusahaan, jika tidak ada pelabuhan ongkos pengangkutan yang dikeluarkan suatu industri akan lebih besar.

Mungkin untuk sekarang ini baru pelabuhan Pelindo Batulicin lah (Pelabuhan Samudera Batulicin) yang siap untuk melayani permintaan untuk skala kecil maupun skala sedang karena fasilitas yang dimiliki pelabuhan Pelindo sudah lengkap.

Namun yang menjadi permasalahan adalah koneksi jalan untuk menuju pelabuhan tersebut. Sebagaimana kita ketahui untuk menuju ke pelabuhan Pelindo Batulicin (Pelabuhan Samudera Batulicin) tersebut harus melalui akses jalan dalam kota dimana dari sisi keselamatan hal ini menjadi pertimbangan tersendiri.

Sementara itu untuk pelabuhan lain fasilitas pendukungnya tidak selengkap yang ada dipelabuhan Pelindo Batulicin


Sumber Daya Manusia

Ilustrasi SDM (Foto : Group Odisa)
Yang terakhir yang perlu disiapkan adalah sisi Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Dalam mengelola suatu Kawasan Industri Batulicin kita harus memiliki SDM yang berkualitas. Disinilah peran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam meningkatkan SDM tersebut apakah mampu membangun tempat pendidikan yang berkualitas dan siap pakai dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Batulicin tersebut atau tidak.
Hal ini perlu agar masyarakat Tanah Bumbu khususnya bagi mereka yang masih berusia produktif nantinya tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri namun juga bisa menjadi pengayom bahkan pemimpin perusahaan-perusahaan yang ada di Kawasan Industri Batulicin.

Jika ke-4 aspek tersebut sudah siap, maka impian untuk membentuk Kawasan Industri Batulicin bisa terwujud. Namun jika tidak, impian untuk membentuk Kawasan Industri Batulicin tersebut hanya sekedar wacana dan akan hilang dengan sendirinya. Ingat kita pernah mempunyai impian membentuk Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batulicin yang dicanangkan sejak tahun 1998 yang hingga kini belum berjalan maksimal.

Tulisan ini hanya opini penulis tanpa ada maksud tertentu serta tidak ada unsur apa-apa didalamnya dan tulisan ini dibuat sebagai bentuk pertanyaan penulis dan mungkin sebagian orang tentang rencana pembangunan Kawasan Industri Batulicin. Penulis berharap semoga Kawasan Industri Batulicin yang sudah dicanangkan tersebut dapat terwujud dengan segera dan tidak berhenti pada sebuah wacana saja karena melalui Kawasan Industri Batulicin ini diharapkan Kab. Tanah Bumbu bisa lebih maju. 


0 Response to "Impian Membentuk Kawasan Industri Batulicin, Sekedar Wacana atau ...?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel