Kabupaten Tanah Bumbu Secara Umum

Kabarkan, Batulicin - Bagi mereka yang tinggal di propinsi Kalimantan Selatan Kabupaten Tanah Bumbu dan Batulicin tidaklah asing terdengar di telinga mereka, tapi lain halnya bagi mereka yang tinggal di luar propinsi Kalimantan Selatan. Mungkin tidak semua orang tahu dimana itu Kabupaten Tanah Bumbu dan dimana itu Batulicin. 


Kabupaten Tanah Bumbu (Wikipedia)
Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu kabupaten yang bisa dikatakan baru di Propinsi Kalimantan Selatan. Dikatakan baru karena kabupaten ini baru diresmikan memisahkan diri dari kabupaten induk yakni Kabupaten Kotabaru pada tahun 2003 tepatnya pada tanggal 8 April 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Propinsi Kalimantan Selatan.

Kabupaten Tanah Bumbu serta Kabupaten Balangan yang ada di propinsi Kalimantan Selatan saat itu diresmikan sebagai Daerah Otonomi Baru bersama-sama dengan daerah lainnya yang baru dimekarkan baik itu propinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.


Kabupaten Tanah Bumbu secara geografis terletak pada koordinat 2°52’ – 3°47’ Lintang Selatan dan 115°15’ – 116°04’ Bujur Timur. Secara umum wilayah Kabupaten Tanah Bumbu ini terletak di daerah pesisir di Kalimantan Tenggara dengan luas keseluruhan wilayah mencapai 5.066,96 km2 atau 506.696 hektar. Secara persentase luas wilayah Kabupaten Tanah Bumbu sekitar 13.56 % dari luas Propinsi Kalimantan Selatan.


Kabupaten Tanah Bumbu saat ini memiliki 10 daerah kecamatan yang terdiri atas Kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Sungai Loban, Kecamatan Satui, Kecamatan Kusan Hulu, Kecamatan Batulicin, Kecamatan Karang Bintang, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Mantewe, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Angsana.


Secara luas wilayah, Kecamatan Kusan Hulu merupakan kecamatan terluas yang ada yang di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 1.609,39 Km atau sekitar 31.76 % dari total keseluruhan wilayah, sedangkan Kecamatan Kuranji merupakan kecamatan yang terkecil dengan luas wilayah mencapai 110.42 Km2 atau hanya 2,18 % dari total wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. 


Sementara itu Batulicin merupakan ibukota dari Kabupaten Tanah Bumbu. Sedangkan kota terbesar yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan kepadatan penduduknya yaitu Kota Batulicin yang terletak di Kecamatan Simpang Empat. Kemudian diikuti kota-kota lainnya seperti Pagatan yang terletak di Kecamatan Kusan Hilir, dan Sei. Danau di Kecamatan Satui.


Roda perekonomian di Kabupaten Tanah Bumbu yang sangat mengandalkan dari hasil tambang. Dimana hasil pertambangan tersebut dikeruk dari perut bumi Tanah Bumbu untuk kemudian di jual kembali keluar daerah maupun keluar negeri. Adapun hasil pertambangan tersebut sebagian besar berupa batubara, kemudian diikuti oleh bijih besi, dan hasil tambang lainnya seperti emas, nikel, dan lain-lain dimana hasil tambang tersebut dikelola oleh sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu seperti PT. Jhonlin Baratama, PT. Arutmin Indonesia, PT. Borneo Indo Bara, PT. Tunas Inti Abadi, PT. Meratus Jaya Iron & Steel, dan lain sebagainya. 


Karyawan yang bekerja di perusahaan tambang tersebut merupakan karyawan yang tidak saja berasal dari penduduk Tanah Bumbu namun juga besar dari luar daerah Kabupaten Tanah Bumbu. 


Itu sebabnya roda perekonomian di Kabupaten Tanah Bumbu sangat dipengaruhi oleh aktivitas dari warga baik penduduk setempat maupun para pendatang yang bekerja di perusahaan tambang tersebut. Bisa dibayangkan apa jadinya jika perusahaan tambang tersebut banyak yang tutup, kemungkinan besar hal tersebut akan langsung berpengaruh terhadap roda perekonomian yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.


Selain dari hasil tambang, roda perekenomian di Kabupaten Tanah Bumbu juga diperoleh dari hasil perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, pariwisata, dan Industri baik industri besar maupun industri kecil.


Untuk perkebunan saat ini di Kabupaten Tanah Bumbu banyak terdapat perkebunan kelapa sawit baik dimiliki oleh perusahaan semisal PT. Eagle Group, PT. Sinar Mas, dan PT. Agro Bukit, maupun milik orang perorangan. Untuk perikanan banyak dihasilkan dari nelayan-nelayan yang berasal dari Kecamatan Kusan Hilir, dan Batulicin yang kawasannya berdekatan dengan bibir pantai.


Sedangkan untuk sektor pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten ini masih mengandalkan dari wisata pantai serta wisata rohani berupa wisata jiarah makam tokoh-tokoh agama, ataupun sesepuh Tanah Bumbu. 

Kedepannya Kabupaten Tanah Bumbu akan dibuat sebagai Kawasan Industri Strategis Nasional dimana pusat dari Kawasan Industri Strategis Nasional tersebut akan dipusatkan di Batulicin sekitarnya.   


Sistem Transportasi di Kabupaten Tanah Bumbu meliputi transportasi darat, laut dan udara. Akses jalan untuk transportasi darat di Kabupaten Tanah Bumbu sudah terbentuk dengan baik. Sebagian besar jalan sudah terhubung dengan aspal antar satu wilayah dengan wilayah lainnya. Bahkan akses transportasi darat dari Pusat Kota Batulicin ke Pusat Kota Propinsi dalam hal ini Banjarmasin sangat baik dengan jarak tempuh 5-6 jam. Sistem transportasi laut yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu merupakan bagian dari sistem pelayaran nasional dalam melayani angkutan penumpang dan barang antar pulau. Sedangkan sistem transportasi udara yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu masih sangat terbatas untuk melayani pelayanan umum.


Kabupaten Tanah Bumbu terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Sebagian besar suku bangsa yang di Kabupaten Tanah Bumbu awalnya berasal dari program Transmigrasi yang diadakan pemerintah pusat di era tahun 1990 an. Meskipun demikian suku Banjar, Dayak, Bugis, dan Mandar merupakan suku asli yang berasal dari kabupaten Tanah Bumbu. 

Adapun suku bangsa yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut yaitu :


  1. Suku Banjar, umumnya berdomisili di Batulicin, Simpang Empat, dan Satui
  2. Suku Dayak Bukit, umumnya berdomisili di daerah pegunungan Meratus, Satui, dan Mantewe, dan Kusan Hulu
  3. Suku Bugis, umumnya berdomisili di Pagatan, dan Batulicin
  4. Suku Mandar, umumnya berdomisili di Pagatan, dan Batulicin
  5. Suku Jawa, umumnya berdomisili di Mantewe, Kusan Hulu, Angsana
  6. Suku Bali, umumnya berdomisili di Mantewe, Karang Bintang, Angsana
  7. Suku Sunda, umumnya berdomisili di Batulicin dan Simpang Empat
  8. Suku Tionghoa-Indonesia, umumnya berdomisili di Simpang Empat
  9. Suku Batak, umumnya berdomisili di Simpang Empat dan Satui
  10. Suku Lombok, umumnya berdomisili di Angsana, dan Mantewe

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kabupaten Tanah Bumbu Secara Umum"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel